Surat Doa Staf Januari 2026

Surat Doa Staf Januari 2026

Johan Andreas Santoso - Pemimpin Cabang 

Akhir tahun yang memberi kesempatan memaknai sekali lagi apa yang jadi peran pelayanan ini; terutama peran pelayanan para pengurus di ladang siswa, mahasiswa, dan alumni. "Membangun komunitas murid". Demikianlah peran-peran tersebut dirangkum dalam satu kalimat pendek yang menggambarkan sebuah misi. Saya bersyukur mengakhiri tahun pelayanan 2025 dengan menyaksikan rekan-rekan pelayanan yang baru di kepengurusan pelayanan siswa dan mahasiswa. Mereka cepat belajar dan bisa segera menangkap dorongan dan arahan mengenai apa yang perlu mereka lihat sebagai peran dan panggilan mereka di ladang, juga strategi dan upaya pelayanan di tahun ini. Yang lebih menghangatkan hati, mereka yang terlibat sebagai pengurus ini adalah buah-buah pelayanan beberapa tahun belakangan ini.

Kami juga mengakhiri tahun pelayanan dengan persekutuan syukur yang membawa kami mengingat bahwa apa yang boleh dilihat di pelayanan ini sebagai buah atau hasil adalah wujud kebaikan Tuhan. Kebaikan Tuhan itu juga yang menjadi dasar untuk kami berharap pada pimpinan, topangan, penyediaan dan keterlibatan-Nya dalam perjalanan pelayanan di tahun ini. Jika Tuhan beserta, maka akan ada buah atau hasil yang muncul dari upaya pelayanan yang dilakukan.

Selama masa libur Natal dan tahun baru, saya lebih banyak menggunakan waktu untuk beristirahat. Akumulasi keletihan beberapa bulan menunjukkan kehadirannya dengan nyata saat tempo hidup saya mulai melambat. Saya bersyukur bisa menikmati istirahat itu. Berkat Tuhan yang mudah sekali saya abaikan selama ini. Saya memasuki tahun baru dengan tekad untuk tumbuh dalam spiritualitas istirahat. Satu buku yang saya beli di akhir tahun kemarin menemani perjalanan ini dan memberikan tuntunan yang baik.

Pokok Doa:

  • Bersyukur untuk kesempatan melayani di awal tahun lewat menyediakan ruang perhentian dan keheningan dalam satu retreat kontemplatif. Saya bersyukur untuk kesempatan makin bertumbuh dalam peran pelayanan ini. Retreat itupun juga menjadi kesempatan bagi saya untuk bisa mendengarkan Tuhan lebih jernih saat Ia memberikan tuntunan bagi perjalanan saya tahun ini.
  • Tahun ini menjadi waktu saya menyiapkan regenerasi kepemimpinan di Perkantas Yogyakarta makin intensif. Akhir tahun ini akan ada pemimpin baru yang bersiap untuk mengemban peran tersebut mulai Januari 2027. Tolong doakan agar pendampingan khusus kepada beberapa potensial bisa berjalan baik sepanjang tahun ini dan menjadi kesempatan mereka bertumbuh dalam kapasitas, namun terutama dalam keberanian dan ketaatan meresponi Tuhan.


Priscilla Rosty Sukmono - Staf Pelayanan Siswa (tugas belajar)

Ada sebuah reels bernada satir di sosial media yang pernah saya lihat berkata, "Udah mau tahun baru jangan bilang ya-aduh nggak kerasa udah mau ganti tahun aja-kerasa woy! ada banyak yang terjadi di Indonesia selama 1 tahun ke belakang ini, kerasa banget beratnya". Saya pikir, ada benarnya juga ya. Tapi dengan segala dinamika yang di sekitar dan dalam kita, saya tetap ingin mengucapkan "Selamat Natal dan Tahun Baru 2026". Bersyukur untuk penyertaan Tuhan di sepanjang tahun 2025 lalu.

Saya pribadi bersyukur menjelang akhir tahun 2025 ini boleh menyelesaikan laporan kasus magang di latar terakhir saya dan sudah ujian akhir semester di tanggal 8 Januari 2026. Setelah ini saya masuk dalam fase persiapan dan penantian jadwal untuk 3 ujian akhir yang menjadi penentu kelulusan. Jujur saya sendiri belum tahu kapan jadwal ini akan keluar.

Berangkat dari pengalaman angkatan sebelumnya, jarak tiap ujian itu bisa beberapa minggu atau bulan. Doakan agar dalam masa-masa penantian ini saya bisa mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, doakan agar di masa ini pun saya bisa menikmati waktu-waktu pribadi saya dengan Tuhan. Saya juga bersyukur di akhir tahun lalu berkesempatan untuk berkumpul kembali dengan beberapa adik dan rekan pelayanan siswa-mahasiswa yang ada di Jakarta. Momen reconnecting yang menyegarkan.

Banyak harapan namun juga ketidakpastian memasuki tahun 2026 ini. Namun kata yang terngiang di awal tahun ini adalah menjadi cukup. Be content. Kiranya saya mampu memaknai hal tersebut di waktu-waktu mendatang. Tuhan beserta kita.


Nitamansari M Damanik - Staf Pelayanan Mahasiswa

Mengakhiri tahun 2025, ada begitu banyak alasan untuk bersyukur. Semua ini mengingatkan saya kembali pada kebesaran dan kebaikan Tuhan, baik dalam hidup saya maupun bagi pelayanan ini. Sepanjang tahun, pelayanan tetap berjalan dengan segala dinamikanya, tentu ini menjadi anugerah yang patut disyukuri. Lebih dari sekedar aktivitas, saya bersyukur atas orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam pelayanan ini. Kesetiaan adik-adik pengurus menjadi ucapan syukur yang besar. Di tengah berbagai kesulitan dan tantangan, mereka tetap berjuang, mencari cara agar pelayanan terus berjalan sekaligus bertumbuh secara pribadi. Kehadiran mereka adalah pengingat bahwa Tuhan bekerja melalui kesetiaan yang sederhana namun terlihat nyata. Saya pun mensyukuri atas hadirnya rekan pelayanan yang turut mendampingi pelayanan mahasiswa. Beberapa tahun terakhir, saya berdoa agar Tuhan memberikan rekan, karena saya menyadari keterbatasan diri dalam mengelola ladang yang semakin besar ini. Tuhan menjawab doa itu. Kehadiran Lista dalam pelayanan ini bagi saya pribadi bukan hanya jawaban doa, tetapi anugerah sekaligus  juga menjadi ruang belajar bagi saya untuk beradaptasi ke depan. Selama lima tahun terakhir, banyak hal saya kerjakan sendiri di pelayanan mahasiswa, dengan hadirnya rekan, tentu ada proses penyesuaian yang di dalamnya saya perlu belajar, jalani dan kembangkan. Yang menjadi doa saya di penutup tahun ini, kiranya melalui pembagian peran yang saya dan Lista akan jalani bersama, dampak dari pelayanan ini semakin maksimal, dan kerjasama kami bertumbuh bukan hanya sebagai rekan kerja, tetapi juga sebagai teman, bahkan sahabat, yang saling mendukung dalam proses pertumbuhan dan pembentukan diri yang mengarah kepada memuliakan Allah.


Dwi Krisnawati - Asisten Staf Pelayanan Siswa

Mengawali 2026 dengan : Yehezkiel 36:26

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat."

Ayat ini mengantarkan saya untuk berhenti sejenak dan melihat kembali perjalanan hidup dan pelayanan di awal tahun ini. Di tengah berbagai rencana, target, dan harapan yang sering kali memenuhi pikiran, Tuhan justru membawa saya kembali pada satu hal yang sangat mendasar yaitu hati.

Tuhan tidak terlebih dahulu berbicara tentang hasil, keberhasilan, atau capaian pelayanan. Ia berbicara tentang pembaruan dari dalam, tentang hati yang baru dan roh yang baru. Sebuah janji yang mengingatkan saya bahwa perubahan sejati tidak hanya dimulai dari strategi, tetapi dari pekerjaan Allah di batin manusia.

Saya bersyukur atas kesempatan yang Tuhan berikan untuk melangkah di tahun yang baru ini. Bersyukur atas harapan-harapan yang didoakan, meski belum semuanya terlihat jelas jalannya. Namun lebih dari itu, saya bersyukur karena Tuhan terus memelihara hati di tengah keterbatasan, kelelahan, dan ketidaksempurnaan saya sebagai pelayan-Nya.

Ada kalanya hati menjadi keras: ketika lelah, ketika tidak dipahami, ketika pelayanan terasa berat atau tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tetapi firman ini mengingatkan saya bahwa Tuhan adalah Pribadi yang sanggup menggantikan hati yang keras dengan hati yang taat. Ketaatan yang bukan lahir dari paksaan, melainkan dari hati yang disentuh dan diperbaharui oleh Roh-Nya. Memasuki awal tahun ini, saya belajar untuk tidak hanya berdoa agar Tuhan memberkati apa yang saya rencanakan, tetapi agar Tuhan terlebih dahulu membentuk siapa saya di hadapan-Nya. Sebab pelayanan yang hidup lahir dari hati yang terus diperbarui, dan ketaatan yang sejati bertumbuh dari relasi yang intim dengan Tuhan. Kiranya di tahun yang baru ini, Tuhan terus mengerjakan pembaruan hati, bukan hanya untuk melayani dengan lebih baik, tetapi untuk berjalan dengan lebih taat, lebih peka, dan lebih setia di hadapan-Nya.


Mertin Novalista Ndapamerang - Asisten Staf Pelayanan Mahasiswa

Desember ini menjadi bulan yang penuh makna bagi saya. Di tengah refleksi akhir tahun, saya mengingat kembali perjalanan besar yang saya lalui sepanjang 2025 transisi dari seorang pelajar menjadi seorang pekerja, dari yang selalu bersama keluarga kini merantau sendiri, dari yang biasa dilayani menjadi harus melayani dan mengambil keputusan mandiri. Pergi dari zona nyaman di tanah kelahiran, menapaki tempat baru, suasana baru, dan kebiasaan baru. Perubahan itu terasa dahsyat, dan saat mengingatnya kembali, terasa sekali gelombang rasa yang "nano-nano": haru, rindu, deg-degan, namun juga syukur yang mendalam. Aku melihat kembali bagaimana Tuhan hadir dalam setiap langkah, menopang di saat-saat sepi, memberikan kekuatan di momen-momen ragu, dan membukakan jalan di tengah ketidakpastian.

Bulan ini juga mengingatkanku bahwa penyertaan-Nya dan kehadiran-Nya tidak pernah berubah. Biasanya Desember diisi dengan kebersamaan keluarga: ramai menyambut Natal, doa bersama, makan bersama, dan cerita-cerita hangat. Tahun ini memang berbeda orang dan situasinya, tetapi kesempatan untuk tetap beribadah, berbagi, dan bersukacita bersama

teman-teman di tempat baru justru menjadi bukti nyata bahwa Tuhan tetap hadir. Dia menghadirkan orang-orang baru yang mendukung, komunitas yang menyambut, dan momen-momen berkat dalam bentuk yang lain. Aku bersyukur, sebab kasih dan pemeliharaan-Nya tetap sama hanya kemasannya yang berbeda.

Pokok Doa:

  • Doakan agar melalui segala perubahan besar yang dialami menghadirkan dan menguatkan iman saya akan penyertaan Tuhan yang setia semakin diteguhkan. Doakan agar keyakinan bahwa Tuhan selalu hadir menjadi penopang yang kokoh dalam hatinya di tempat, peran, dan situasi yang baru.
  • Doakan agar dalam banyaknya keputusan yang harus diambil di tahun baru, saya
  • diberikan keberanian dan hikmat. Tidak ada lagi kata “aku takut salah..”
  • Doakan agar melalui komunitas dan teman-teman baru yang Tuhan sediakan, saya terus diingatkan dan dikuatkan oleh kasih dan pemeliharaan Tuhan yang nyata. Doakan agar rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam bentuk yang baru ini terus bertumbuh.
  • Doakan untuk keluarga di Kupang, semoga terus diberikan kesehatan, sukacita, damai dan kehangatan dalam keluarga.


Sumarni - Staf Pelayanan Pendukung

Akhir tahun yang hampir selalu terasa sibuk. Bersyukur untuk energi yang masih cukup untuk terlibat dalam rapat kerja, thanksgiving dan juga latihan-latihan untuk perayaan Natal di gereja. Selain itu fokus juga pada fundraising dimana memikirkan langkah dan ide untuk tahun depan. Bersyukur, beberapa pemikiran mulai muncul, salah satunya mengerjakan proyek-proyek usaha dana dengan lebih serius. Meski bukan hal baru, ada semangat baru untuk mengerjakannya.

Aku bersyukur juga untuk kebutuhan bulan Desember yang tercukupi bahkan berlebih. Untuk itu, terima kasih kepada Kakak dan rekan-rekan alumni yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam mencukupi kebutuhan pelayanan ini.

Di sisi keluarga, ada banyak hal kecil yang patut disyukuri yaitu ketika anak pertamaku yang duduk di kelas 8 dengan berani datang kepada gurunya untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf pada hari berikutnya karena telah mencontek. Kegelisahan dan rasa tidak tenang itu muncul dari dalam dirinya sendiri. Ia tidak mau mengulanginya lagi. Jujur, aku tidak seberani anakku.kemudian Libur Natal dan Tahun Baru kami lewati banyak di rumah karena suami tetap bekerja. Meski demikian selalu ada aja yang bisa dilakukan bersama anak anak di rumah dan bersyukur bisa menikmati hari-hari biasa itu.

Pokok doa:

  • Anak-anak yang telah kembali masuk sekolah, agar Tuhan menolong mereka untuk tetap semangat, disiplin, dan giat dalam belajar.
  • Proses perancangan dan pelaksanaan fundraising, termasuk penataan perpustakaan serta penjualan buku, kiranya berjalan dengan hikmat dan tertata dengan baik.
  • Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) supaya dapat dimulai di awal tahun ini


Nindya Elfira - Staf Pelayanan Pendukung

Saya bersyukur akhir tahun bisa mengikuti rangkaian akhir tahun Perkantas Jogja yang lumayan padat dan itu memang hal yang wajar di setiap akhir tahun. Raker bersama dan dilanjut Thanksgiving Fellowship di waktu yang berdekatan memang cukup menyita energi, tapi bersyukur saya tetap sehat hingga semuanya selesai. Awal tahun bagi saya akan banyak tugas yang akan dikerjakan seperti laporan keuangan 2025 dan laporan tahunan. Saya perlu memikirkan konsep dan bentuk yang akan ditampilkan. Saya merasa proses itu akan lebih lambat karena saya perlu menyelesaikan tugas penyiapan perayaan Natal di wilayah gereja saya dulu. Membagi fokus kepada beberapa item 'kecil-kecil' di perayaan itu ternyata cukup menyita. Doakan agar acara perayaaan Natal di wilayah gereja saya bisa terlaksana dengan baik dan lancar dan saya segera mengalihkan fokus kembali kepada pekerjaan kantor dan keuangan serta laporannya. 

Berlangganan
Newsletter

Dapatkan kabar terkini dari Perkantas Yogyakarta

Masukkan alamat email yang valid.