Nitamansari M Damanik - PLT Pemimpin Cabang
Memasuki semester kedua tahun ini, saya menerima kepercayaan baru untuk menjalankan peran sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Pimpinan Cabang (PC) Perkantas DIY. Bagi saya, ini merupakan tanggung jawab yang besar. Ada rasa takut dan khawatir dalam diri saya, serta bertanya apakah saya mampu menjalankan peran ini dengan baik. Namun, di tengah pergumulan tersebut, saya melihat peran ini sebagai kesempatan untuk terus belajar, menambah kapasitas, dan melengkapi diri agar dapat mengelola tanggung jawab yang Tuhan percayakan ini dengan sebaik-baiknya. Mohon doakan agar dalam menjalankan peran ini Tuhan memberikan hikmat, keberanian, kerendahan hati, dan kemampuan untuk tekun belajar. Kiranya saya dapat menjalankan tanggung jawab ini dengan setia dan terus bergantung pada pimpinan Tuhan dalam setiap prosesnya.
Di tengah tanggung jawab baru ini, pendampingan kepada pelayanan mahasiswa juga masih berjalan. Sepanjang bulan Juli, saya mendampingi mahasiswa medis dari dua universitas dan satu sekolah tinggi untuk mempersiapkan diri mengikuti Kamp Medis Nasional yang dilaksanakan pada awal Agustus. Mohon doakan agar Tuhan memimpin setiap proses dan dinamika yang kami jalani, memberikan kesatuan dan kesungguhan hati, serta memakai kamp ini untuk menolong setiap mahasiswa semakin bertumbuh dalam iman dan memahami panggilan Tuhan dalam kehidupannya.
Saya juga berharap melalui keikutsertaan mereka dalam kamp ini, pemuridan di kampus masing-masing dapat terus dibangun dan ditumbuhkan. Mohon doakan agar Tuhan menolong saya mengatur waktu dan menjalankan kedua tanggung jawab ini dengan baik, serta tetap memiliki hati yang hadir bagi mahasiswa yang Tuhan percayakan kepada saya.
Priscilla Rosty Sukmono - Staf Pelayanan Siswa
Masih dalam nuansa penyelesaian studi saya di Universitas Kristen Maranatha Bandung, pada tanggal 17 Juli lalu saya telah menyelesaikan proses Yudisium kelulusan secara akademik. Saya bersyukur untuk proses studi yang akhirnya boleh diselesaikan dengan baik. Bersyukur juga pada momen tersebut, saya ditemani oleh salah satu teman staf yaitu Nita. Selanjutnya saya akan mengikuti sumpah profesi Psikolog Umum pada tanggal 13 Agustus 2026. Rencananya saya akan hadir bersama dengan keluarga; bapak ibu, adik dan satu teman alumni, yaitu Gema. Doakan untuk rencana perjalanan kami dan kesehatan selama perjalanan ini. Momen tersebut sekaligus menjadi momen ucapan syukur yang boleh saya rayakan bersama dengan keluarga. Kiranya keluarga juga bisa turut merasakan syukur atas penyertaan Tuhan dalam proses studi saya hingga sekarang.
Setelah sumpah profesi Psikolog Umum, saya masih menunggu penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Tanda Layanan Psikologis (SILP) dari HIMPSI dan BAPT yang memungkinkan saya untuk bisa melakukan praktik sebagai Psikolog Umum. Doakan agar proses penerbitan surat-surat tersebut boleh berjalan dengan lancar dan secara efektif dapat digunakan untuk mendukung pengembangan pelayanan pemuridan yang ada. Doakan juga proses implementasi praktis yang bisa saya lakukan melalui studi yang sudah saya kerjakan sebelumnya dalam pelayanan Perkantas.
Bersyukur pula di bulan Juli dan Agustus ini saya mulai turut terlibat dalam proses penyiapan penjangkauan siswa dan pembinaan TPS. Doakan untuk proses brainstorming dan diskusi bersama dengan Dwi, rekan staf siswa untuk bersama memahami kebutuhan dan merancang acara secara kreatif namun tetap menjawab kebutuhan tersebut. Doakan untuk rencana TPS Gathering di akhir bulan Agustus dan Student Fellowship di bulan September. Doakan juga untuk rencana distribusi buku kepada guru agama di sekolah dalam rangka Misi Pelita-50. Doakan agar melaluinya bisa menjadi pintu bagi relasi, kerjasama dan dukungan bagi pelayanan siswa di sekolah. Doakan agar saya secara pribadi juga boleh engage dengan adik-adik TPS dan siswa. Terima kasih sudah mendukung dalam doa.
Dwi Krisnawati - Asisten Staf Pelayanan Siswa
Syukur kepada Tuhan yang terus memelihara hidup saya. Bulan Juli menjadi perjalanan yang penuh dengan pengingat akan kesetiaan-Nya. Saya bersyukur karena Tuhan kembali mempercayakan pertambahan usia bagi saya. Memasuki seperempat abad kehidupan membuat saya banyak berhenti, merenung, dan bertanya kepada Tuhan tentang makna perjalanan yang sedang Ia bentuk.
Biasanya ulang tahun identik dengan sukacita bersama banyak orang. Namun tahun ini Tuhan justru mengajak saya menikmati sebuah ruang yang sederhana: berdiam bersama-Nya. Di tengah keheningan itu, saya menyadari bahwa seperempat abad hidup ini bukan tentang sejauh apa saya sudah melangkah, melainkan tentang siapa yang terus menuntun setiap langkah saya.
Pagi itu Tuhan meneguhkan hati saya melalui Matius 5:16, Yeremia 29:11, dan Roma 12:2. Ketiga firman tersebut mengingatkan bahwa hidup ini bukan lagi tentang membangun nama sendiri, melainkan membiarkan hidup saya menjadi terang yang memuliakan Bapa, mempercayai setiap rancangan-Nya yang baik, dan terus mengalami pembaruan sehingga mampu hidup menurut kehendak-Nya.
Kerinduan saya sederhana yaitu semakin mengenal Kristus dan semakin menyerupai Dia. Saya rindu bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam iman, lebih berhikmat dalam mengambil keputusan, lebih peka mendengar suara Tuhan, serta semakin mampu menjadi saluran kasih-Nya bagi keluarga, adik-adik yang Tuhan percayakan, rekan pelayanan, dan setiap orang yang Ia hadirkan dalam hidup saya.
Di tengah proses pribadi tersebut, saya kembali melihat Tuhan bekerja dalam pelayanan siswa. Bersyukur karena berbagai persiapan penjangkauan mulai dikerjakan. Tuhan menolong kami melihat kebutuhan ladang pelayanan dengan lebih jelas dan memberikan hikmat dalam mempersiapkan langkah-langkah ke depan.
Saya juga bersyukur atas kebersamaan bersama Tim Pembimbing Siswa (TPS). Saat ini kami sedang mempersiapkan TPS Gathering, sebuah momen untuk membangun kesehatian sebelum memasuki musim penjangkauan. Bersamaan dengan itu, kami juga sedang mempersiapkan Retreat Student Fellowship (Stufell) yang kami harapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mendengar Injil dan mengalami perjumpaan dengan Kristus. Kami menyadari bahwa semua persiapan ini hanyalah usaha manusia apabila Tuhan sendiri tidak berjalan di depan kami. Karena itu, kami terus belajar bergantung kepada-Nya.
Salah satu sukacita yang Tuhan berikan adalah terbukanya kesempatan untuk mulai merintis Kelompok Tumbuh Bersama di SMA Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba). Setelah cukup lama menantikan pintu yang terbuka, Tuhan mempercayakan tiga adik untuk mulai didampingi. Saya diingatkan kembali pada firman Tuhan bahwa ada yang menanam, ada yang menyiram, tetapi Allah sendiri yang memberi pertumbuhan. Kiranya Tuhan menjaga hati mereka sehingga firman-Nya terus bertumbuh dan menghasilkan buah dalam hidup mereka.
Memasuki bulan Agustus, saya tidak mengetahui seluruh rencana Tuhan di depan. Namun saya belajar bahwa pengenalan akan Tuhan jauh lebih penting daripada mengetahui seluruh jawaban atas masa depan. Selama Sang Gembala berjalan di depan, saya percaya tidak ada satu langkah pun yang sia-sia.
Pokok Doa
1. Tim Pembimbing Siswa (TPS)
2. Persiapan Penjangkauan
3. Sekolah dan Siswa
Mertin Novalistan Ndapamerang - Asisten Staf Pelayanan Mahasiswa
Bulan Juli benar-benar menjadi bulan yang penuh syukur bagi saya. Segala kebaikan yang saya alami, segala penyertaan yang saya rasakan, biarlah kemuliaan hanya kembali kepada Tuhan semata. Saya sangat mengucap syukur karena di bulan ini, saya kembali merasakan tangan Tuhan yang begitu nyata menuntun setiap langkah saya, terutama di momen memasuki usia yang baru 23 tahun.
Usia 23 terasa seperti angka yang cukup dewasa bagi saya, dan itu membuat saya banyak merenung. Ada begitu banyak hal yang dipikirkan, ada harapan-harapan baru yang mulai terbentuk, dan ada keinginan kuat untuk melihat perubahan dalam diri saya. Dari semua hal yang saya harapkan di usia baru ini, yang paling saya rindukan adalah hikmat dan kebijaksanaan. Mengingat peran saya dalam pekerjaan, pelayanan, dan juga keluarga, saya merasa sungguh membutuhkan keduanya. Saya tidak ingin menjalani semua tanggung jawab ini hanya dengan mengandalkan diri saya, tetapi saya ingin setiap keputusan dan tindakan saya dilandasi oleh hikmat yang datang dari Tuhan.
Disisi lain, ada perasaan lain yang cukup menyenangkan di usia ini—saya merasa semakin ingin mencoba banyak hal baru, atau bahkan kembali melakukan hal-hal yang sudah lama tidak saya lakukan. Ada semangat eksplorasi banyak hal, dan saya bersyukur karena di masa muda ini, saya masih bisa menikmati hal-hal itu dengan penuh sukacita. Saya percaya Tuhan memberikan masa muda bukan untuk disia-siakan, tetapi untuk dinikmati dan digunakan bagi kemuliaan-Nya dengan cara-cara yang kreatif dan penuh makna.
Memasuki akhir bulan ini, fokus saya bagi satu hal yang cukup besar, yaitu penjangkauan. Saya dan kakak-kakak staf lainnya mulai memikirkan, mencari dan mengusahakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk menjangkau mahasiswa baru, tentu saja kami tidak mau bergerak hanya berdasarkan keinginan sendiri, tetapi benar-benar mengikuti apa yang Tuhan buka dan apa yang menjadi kebutuhan bagi mereka yang kami jangkau. Persiapan baik dari sisi staf maupun adik-adik binaan menjadi perhatian utama kami. Kami berharap ketika hari itu tiba, semua pribadi yang mengambil bagian di dalamnya memiliki tujuan dan kerinduan yang sama, yaitu melihat jiwa-jiwa baru dimenangkan bagi Kristus.
Saya juga mohon doa untuk KTB yang sedang saya pimpin, KTB baru yang saat ini sedang menikmati serta belajar tentang penginjilan. Kiranya setiap pertemuan, setiap interaksi, dan setiap bahan yang digunakan sungguh menjadi sarana yang baik untuk pertumbuhan iman bersama. Biarlah bukan hanya aktivitas rutin, tetapi setiap momen menjadi tempat di mana Tuhan berbicara dan hati-hati dibentuk.
Johan Andreas Santoso - Staf Pelayanan Alumni & Medis
Shalom, Kakak dan Rekan. Terima kasih sudah terus menjadi rekan pendoa dan pemerhati bagi saya. Saya menikmati percakapan telpon dan membaca pesan Kakak dan Rekan yang menanyakan kabar, memberi dukungan dan mendoakan. Tiap percakapan itu sangat berarti bagi saya, terutama di masa penyesuaian dengan peran baru sebulan ini.
Beberapa Kakak dan Rekan nampaknya agak bingung dengan peran saya sekarang. Meskipun berperan di kepengurusan nasional saya tetap bertugas di Jogja. Jadi, kita akan bisa tetap jumpa kalau Kakak dan Rekan sedang di Jogja. Mari ngobrol dan temukan cara untuk berkolaborasi menjadi Kakak-kakak yang bisa menolong para siswa-mahasiswa makin tumbuh dalam keserupaan dengan Kristus dan bagi pra-alumni dan alumni baru untuk bisa membantu mereka menavigasi masa transisi besar hidup mereka sebagai orang dewasa yang mandiri dan sebagai murid Kristus di dunia kerja.
Sambil terus belajar melihat potensi yang sangat besar dari peran para alumni, buah dari pemuridan siswa dan mahasiswa, dan bagaimana pelayanan alumni secara nasional bisa turut memberdayakan potensi besar itu menjadi berkat bagi bangsa, saya sungguh bersyukur masih mendapat kesempatan untuk jumpa siswa dan mahasiswa secara langsung dalam pelayanan di ladang. Saya bersyukur untuk kesempatan berbicara dengan para mahasiswa di Salatiga dan dengan para siswa di Purwokerto. Juga, masih diberi tugas untuk turut menjangkau mahasiswa baru yang akan kuliah di Jogja.
Di bulan Agustus ini, di pelayanan alumni di Jogja, saya mendapat kesempatan untuk mencoba ide bahwa persekutuan alumni baik dikelola sebagai sebuah hub bagi banyak potensi yang ada untuk lebih banyak pengaruh alumni di berbagai bidang dan peran. Kami akan memfasilitasi dua pasang alumni berbeda generasi dengan beban khusus di pelayanan pasutri dan parenting untuk bisa menyediakan ruang pertumbuhan bagi para alumni yang sekarang ada di tahapan keluarga muda atau telah menjadi orang tua dengan anak-anak yang masih usia dini hingga remaja. Percakapan dengan beberapa rekan lintas lembaga pelayanan juga sedang berlangsung untuk menjajaki kemungkinan bersinergi bagi memperlengkapi (pra-)alumni lebih luas dan lebih kuat.
Pokok Doa:
Sumarni - Staf Pelayanan Pendukung
Saya meminjam kerangka B.L.E.S.S. (Body, Love, Education, Social, Spiritual) yang pernah dibawakan salah satu rekan staf untuk menolong saya melihat kembali penyertaan Tuhan.
Body. Saya bersyukur ritme kehidupan kembali stabil. Anak-anak sudah kembali bersekolah, rumah lebih tertata, dan berbagai acara besar di Perkantas maupun gereja telah terlewati. Namun, saya sedang bergumul dengan nyeri tumit kaki kanan akibat plantar fasciitis. Mohon doanya agar saya tekun menjalani terapi mandiri sehingga proses pemulihannya berjalan dengan baik.
Love. Saya berharap bulan ini dapat bertemu kembali dengan seorang adik KTB alumni. Pertemuan terakhir kami di bulan Mei diwarnai konfrontasi yang cukup tegas. Kiranya Tuhan membuka jalan bagi perjumpaan yang membawa pemulihan. Saya juga bersyukur empat adik KTB telah menyelesaikan studi S2. Doakan agar Tuhan menuntun langkah dan panggilan hidup mereka selanjutnya.
Education. Tuhan sedang mengajarkan saya untuk setia mengerjakan hal-hal kecil. Dalam pelayanan pra dan remaja di gereja, kehadiran satu remaja saja sudah menjadi sukacita dan pengingat bahwa Tuhan menghargai kesetiaan, bukan sekadar hasil.
Social. Bulan ini dipenuhi sukacita melalui berbagai undangan pernikahan, bidston, serta kesempatan berjumpa dengan banyak sahabat dan keluarga besar.
Spiritual. Di tengah kesibukan, saya bersyukur memiliki waktu solitude setiap pagi, setelah anak-anak dan suami berangkat. Kiranya waktu bersama Tuhan ini terus menjadi sumber kekuatan untuk menjalani setiap dinamika kehidupan dan pelayanan.
Nindya Elfira - Staf Pelayanan Pendukung
Banyak berurusan dengan dokumen adalah bagian dari pekerjaan dan peran pelayanan saya disini. Berurusan dengan pihak eksternal menjadi tugas yang perlu dilakukan dengan cermat di kantor. Saya secara khusus, menjelang akhir bulan Juli cukup harus cepat menyiapkan berkas untuk keperluan Surat Tanda Lapor (STL) kepada Bimas Kristen Kemenag DIY. Jogja yang semakin ketat untuk lembaga atau ormas keagamaan agar semakin tertib dalam administrasi antara lembaga dan dinas pemerintahan Kemenag DIY khususnya. Saya Bersyukur tanggal 5 Agustus yang lalu, melalui proses verifikasi dan validasi lapangan oleh tim Pembimas Kristen Kemenag DIY , Perkantas Jogja telah memenuhi berkas persyaratan, dan kemudian menunggu STL untuk diterbitkan.
Satu bagian telah selesai, kemudian di Agustus sampai awal September menjadi persiapan dan waktunya untuk saya mengikuti Orientasi Staf Pelayanan Pendukung (OSPP). Ini adalah OSPP yang pertama kali dilakukan untuk staf SPP dan saya ada di dalam batch ini. Dua buku wajib baca dan Bible Reading sedang saya lakukan di waktu ini. Doakan saya agar bisa mempersiapkan diri dan semakin peka dengan apa yang ingin Tuhan pimpin untuk saya di pekerjaan dan pelayanan ini.
Dapatkan notifikasi konten dan bahan pembinaan terbaru dari Perkantas Yogyakarta langsung ke email kamu.
Tidak ada spam. Berhenti berlangganan kapan saja.